Dalam kehidupan, setiap manusia pasti merasakan nikmat dan karunia yang diberikan oleh Allah. Nikmat ini bisa berupa kesehatan, rezeki, ilmu, keluarga, dan berbagai kemudahan dalam hidup. Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Quran:
"Sesungguhnya Allah memberikan nikmat pada siapa saja yang Dia kehendaki tanpa batas." (Surah Al-Baqarah, 2:212)
Namun, ada hal penting yang sering dilupakan oleh banyak orang, yaitu pentingnya bersyukur atas nikmat yang diberikan. Allah telah mengingatkan dalam firman-Nya:
"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih'." (Surah Ibrahim, 14:7)
Nikmat yang Berubah Menjadi Siksa
Tidak bersyukur atau kufur nikmat adalah tindakan yang sangat berbahaya. Ketika seseorang menerima nikmat dari Allah namun tidak mengakui atau mensyukurinya, maka nikmat tersebut bisa berubah menjadi bencana atau siksaan. Fenomena ini dijelaskan oleh para ulama dengan menyebut bahwa nikmat yang tidak disyukuri akan menjadi fitnah (ujian) atau bahkan siksa bagi penerimanya.
Misalnya, seseorang yang diberi nikmat harta, namun ia menjadi sombong, lalai, dan tidak peduli dengan orang-orang yang membutuhkan. Harta yang seharusnya menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mendapatkan ridha-Nya, malah menjadi penyebab kehancuran moral dan spiritual. Ini adalah bentuk dari nikmat yang berubah menjadi siksa.
Kisah-Kisah dalam Al-Quran sebagai Pelajaran
Al-Quran memberikan banyak contoh tentang kaum-kaum terdahulu yang diberi nikmat oleh Allah, namun mereka kufur terhadap nikmat tersebut sehingga akhirnya Allah menurunkan azab-Nya. Di antaranya adalah kisah kaum Saba' yang diberikan negeri yang makmur, namun mereka tidak bersyukur kepada Allah sehingga negeri mereka dihancurkan oleh banjir besar. Allah berfirman:
"Tetapi mereka berpaling, maka Kami mendatangkan kepada mereka banjir yang besar, dan Kami gantikan kedua kebun mereka dengan kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr." (Surah Saba', 34:16)
Kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa nikmat yang tidak disyukuri bisa berakhir dengan malapetaka.
Pentingnya Bersyukur dalam Kehidupan
Bersyukur adalah bentuk pengakuan bahwa segala sesuatu yang kita miliki adalah pemberian dari Allah, dan kita harus menggunakannya sesuai dengan kehendak-Nya. Syukur juga menumbuhkan rasa rendah hati dan menjauhkan kita dari kesombongan. Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang tidak bersyukur kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah." (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Syukur juga merupakan kunci untuk mendapatkan tambahan nikmat. Allah telah menjanjikan bahwa orang yang bersyukur akan diberikan nikmat yang lebih banyak. Sebaliknya, kufur nikmat hanya akan membawa kepada kehancuran.
Penutup
Allah memberikan nikmat kepada siapa saja yang Dia kehendaki sebagai bentuk rahmat-Nya. Namun, nikmat ini akan menjadi ujian bagi kita apakah kita mampu mensyukurinya atau tidak. Jika kita bersyukur, Allah akan menambah nikmat tersebut dan memberkahi hidup kita. Namun, jika kita kufur, nikmat tersebut bisa berubah menjadi siksaan yang mengakibatkan kehancuran di dunia dan akhirat.
Marilah kita senantiasa mengingat nikmat-nikmat yang Allah berikan, sekecil apapun itu, dan bersyukur atasnya. Dengan begitu, kita akan terhindar dari azab-Nya dan mendapatkan kehidupan yang penuh berkah.